Minggu, 26 Februari 2012

BAB I KKP Perlakuan akuntansi dan pengenaan pajak atas persewaan tanah dan atau bangunan pada PT. Intermustika Mutiara


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
            Kuliah Kerja Praktek (KKP) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu proses perkuliahan pada semua universitas, oleh karena itu baik pihak universitas, dosen, maupun mahasiswa memandang perlu dilaksanakannya Kuliah Kerja Praktek (KKP), karena itu merupakan cara untuk menerapkan teori yang di ajarkan di dalam perkuliahan pada kegiatan nyata. Pihak perusahaan memandang bahwa mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat, yang secara tidak langsung terlibat dalam kegiatan usaha yang mereka jalankan. Pemerintah menganjurkan adanya corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan, dan masyarakat sekitarnya, sehingga perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mensukseskan pelaksanaan kuliah kerja praktek (KKP), yang merupakan bagian dari proses pendidikan masyarakat.
            Penulis mengambil perusahaan properti sebagai topik untuk penulisan kuliah kerja praktek (KKP) ini karena penulis melihat bahwa investasi bisnis properti sangat prospektif, yang mana bisnis properti juga menjadi pioner dalam pemulihan ekonomi pasca krisis tahun 1998. Bisnis properti semakin lebih baik seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi dari 5,5 % (2006) menjadi 6,3 % (2007), stabilnya kurs rupiah dan rendahnya inflasi juga berpengaruh positif terhadap bisnis properti. Kondisi ekonomi tahun 2010 juga diprediksi oleh pengusaha properti Ciputra akan lebih baik untuk bisnis properti karena tingkat bunga begitu rendah, bunga kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit pemilikan apartemen (KPA) berkisar antara 10-12 % per tahun. Tingkat bunga yang rendah mengimbangi kenaikan harga bahan bangunan akibat lonjakan harga minyak dunia, sehingga daya beli konsumen tetap stabil. Karena itu pasar properti tahun 2010 diharapkan tetap meningkat dibanding tahun 2009, hanya tidak semua subsektor properti akan tetap baik prospeknya, pengembangan pusat belanja, trade centre, dan ruko akan menurun, sebaliknya subsektor perumahan dan apartemen akan meningkat terutama untuk segmen menengah dan ruang perkantoran. Menurut pengamat properti dari Indonesia Properti Watch (IPW), kebutuhan apartemen masih lebih tinggi dibanding pasokan, masalahnya terletak pada limitasi lokasi, kadang disebuah lokasi unit yang dibangun terlalu banyak dalam waktu bersamaan, akibatnya terkesan pasok over suplei.
            PT. Intermustika Mutiara sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bisnis properti melihat bahwa prospek bisnis properti akan semakin cemerlang dari tahun ke tahun, ini disebabkan karena tanah merupakan aset yang tidak dapat diperbarui, keberadaanya akan semakin menyempit seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk suatu negara, sedangkan kebutuhan akan tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok yang harus terpenuhi. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa PT. Intermustika Mutiara tertarik untuk mengembangkan bisnis properti. Selain PT. Intermustika Mutiara, banyak perusahaan yang tertarik untuk menjalankan bisnis properti antara lain PT. Ciputra Surya Tbk., PT. Dharmala Intiland Tbk., Dubai Properties, PT. Duta Pertiwi, PT Emaar Properties, PT. Indonesia Prima Porperty, PT. Pakuwon Jati, PT. Sumarecon Agung, PT. Suryamas Dutamakmur dan sebagainya. Hal ini membuat Penulis tertarik untuk mengambil perusahaan properti sebagai topik dalam penyusunan kuliah kerja praktek (KKP) ini, tetapi penulis membatasi materi yang dibahas hanya pada perlakuan akuntansi dan pengenaan pajak atas pendapatan persewaan tanah dan atau bangunan (unit retail) yang terjadi pada PT. Intermustika Mutiara, sehingga penulis memberi judul penulisan dengan “ Perlakuan akuntansi dan pengenaan pajak atas persewaan  tanah dan atau bangunan pada PT. Intermustika Mutiara

1.2    Maksud dan Tujuan Kuliah Kerja Praktik (KKP)
1.2.1 Maksud
Membuat laporan pengamatan tentang perlakuan akuntansi dan pengenaan pajak atas persewaan tanah dan atau bangunan pada PT. Intermustika.
1.2.2               Tujuan Penulisan KKP
            Adapun tujuan dari penulisan KKP ini yaitu sebagai salah satu syarat untuk untuk menyelesaikan perkuliahan di fakultas ekonomi Universitas Budi Luhur, dengan harapan agar mahasiswa bisa menerapkan teori yang diterima di dalam perkuliahan pada kegiatan nyata di bidang studi masing-masing. Selain itu agar mahasiswa secara umum mengetahui perlakuan akuntansi dan pengenaan pajak atas persewaan tanah dan atau bangunan pada perusahaan properti umumnya dengan pengambilan sampling pada PT. Intermustika Mutiara pada khusunya, yang antara lain meliputi :
1. Jenis-jenis tagihan sehubungan dengan persewaan tanah dan bangunan dan pengertianya.
2.    Peraturan perpajakan sehubungan dengan usaha persewaan tanah dan atau bangunan berikut tata cara penyetoran dan pelaporanya.
3. Pencatatan jurnal atas pengakuan pendapatan sewa tanah dan atau bangunan mulai saat penerbitan invoice sampai penyajian pada laporan keuangan.

1.3     Metode Pengumpulan Data
               Metode pengumpulan data dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini adalah dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data-data tersebut diperoleh dengan meggunakan beberapa cara pengumpulan data, yaitu :
1.  Dokumentasi
            Penulis mendapatkan izin dari penyelia untuk mengumpulkan data dari sumbernya langsung dengan membuat salinan beberapa dokumen yang ada yang berkaitan dengan topik yang di bahas seperti buku laporan audit independent, profile company, sistem operasional prosedure (SOP), struktur organisasi, maupun dokumen legalitas perusahaan.
2.  Pengamatan (obsevasi)
            Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Penulis melakukan pengamatan secara langsung dan bahkan terlibat terhadap aktivitas yang berkaitan dengan topik yang di bahas. Sesuai yang disampaikan oleh Nazier bahwa pengamatan (observasi) adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. “(Nazier, 2005:175)”.
            Observasi adalah proses pencatatan pola perilaku subyek (orang), obyek (benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pernyataan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. Metode observasi dapat menghasilkan data yang lebih rinci mengenai perilaku (subyek), benda, atau kejadian (obyek).
3.  Wawancara
            Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). “(Nazir, 2005:194)”.
Penulis mengadakan wawancara dengan staf yang terkait pada PT. Intermustika Mutiara untuk memperoleh informasi mengenai perlakuan akuntansi dan pengenaan pajak atas pendapatan persewaan tanah dan bangunan (unit retail) tersebut.

4.  Studi Pustaka
            Penulis mencari referensi yang berhubungan dengan perlakuan akuntansi dan peraturan perpajakan yang berkaitan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yaitu dari website, buku, peraturan perpajakan terkait, surat kabar, dan transkrip buku.

1.4     Sistematika Pembahasan
            Untuk mempermudah dalam pembahasan dan pemahaman, penulis membagi penyusunan laporan kuliah kerja praktek (KKP) ini menjadi 4 bab, dimana antara satu bab dengan bab yang lainnya saling berhubungan sesuai dengan pokok topik masalah yang dibahas.
            Adapun sistimatika penulisan yang disajikan dalam masing-masing bab adalah sebagai berikut :

BAB I    : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan dikemukakan latar belakang masalah,  maksud dan tujuan Kuliah Kerja Praktik (KKP), metode pengumpulan data dan sistematika pembahasan.

BAB II   : GAMBARAN UMUM PT. INTERMUSTIKA MUTIARA
Pada bab ini akan dijelaskan tentang sejarah singkat Perusahaan, susunan direksi, tugas dan tanggung jawab masing-masing departemen, struktur organisasi dan dan kegiatan usaha perusahaan.

BAB III  : PERLAKUAN AKUNTANSI DAN PENGENAAN PAJAK ATAS PERSEWAAN TANAH DAN ATAU BANGUNAN PADA PT. INTERMUSTIKA MUTIARA
                        Pada bab ini akan dibahas mengenai perlakuan akuntasi atas persewaan tanah dan atau bangunan beserta pengenaan pajaknya yang terjadi pada PT. Intermustka Mutiara mulai dari jenis-jenis tagihan sehungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan, penerbitan invoce, penjurnalan, dan penyajian pada laporan keuangan.

BAB IV  :  KESIMPULAN DAN SARAN
                        Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hal-hal yang telah dibahas pada bab I sampai dengan bab III dan saran-saran penulis yang akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada sehingga tercapai efisiensi dan efektivitas Perusahaan di masa yang akan datang.


2 komentar:

  1. sangat membantu..
    kalo boleh tau ini pake buku referensi apa aja ya??? terima kasih..

    BalasHapus
  2. Wow, contoh skripsi yang bagus....
    Mampir ya Gan di web saya www.superoti.com
    Roti Tanpa Pengawet

    BalasHapus