Minggu, 26 Februari 2012

Bab 2 Skripsi


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN SEBELUMNYA

2.1         Landasan Teori
2.1.1      Laporan Keuangan
              Menurut Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan No.1 (revisi tahun 2009), laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Menurut Munawir (2002:36) Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dan dianalisis lebih lanjut agar dapat diperoleh data yang dapat mendukung keputusan yang diambil.
              Pengertian Laporan Keuangan menurut Sawir ( 2001 ) laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat di ukur dengan nilai uang, di catat dan diolah sedemikian rupa. Laporan akhir pun disajikan dalam nilai uang. Laporan Keuangan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu, yang terdiri dari: Neraca, Laporan Laba-rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan (Relis Hasanah,2010).
Laporan keuangan merupakan indikator analisis fundamental dan alat bantu untuk membuat keputusan ekonomi. Banyak pihak yang mengambil keputusan ekonomi setelah melihat laporan keuangan, seperti: keputusan jual beli saham, pembagian dividen, pemberian kredit dan keputusan lainnya. Dari sisi perusahaan yang terdaftar (listing) di bursa, disyaratkan oleh BAPEPAM LK (Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), untuk menerbitkan laporan keuangan, paling tidak satu tahun sekali dan tidak menutup kemungkinan ditertibkan secara kuartalan maupun semesteran. (Habib,2008:1)
Menurut Hery (2009), laporan keuangan adalah seperangat laporan akuntansi yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan users (para pemakai laporan keuangan), baik internal maupun eksternal, terhadap informasi akuntansi/keuangan perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas

Tabel 2.1
Matriks Definisi Laporan Keuangan
No
Nama Peneliti
Pendapat Ahli/pakar
1
Munawir (2002:36)
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dan dianalisis lebih lanjut agar dapat diperoleh data yang dapat mendukung keputusan yang diambil.
2
Sawir ( 2001 )
laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat di ukur dengan nilai uang, di catat dan diolah sedemikian rupa. Laporan akhir pun disajikan dalam nilai uang.
3
(Habib,2008:1)
Laporan keuangan merupakan indikator analisis fundamental dan alat bantu untuk membuat keputusan ekonomi.
4
Hery (2009)
laporan keuangan adalah seperangat laporan akuntansi yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan users (para pemakai laporan keuangan), baik internal maupun eksternal, terhadap informasi akuntansi/keuangan perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas.
Sumber data: diolah sendiri
2.1.2      Laporan Arus Kas
              Dalam PSAK No.2 dinyatakan bahwa laporan arus kas harus melaporan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Klasifikasi menurut aktifitas memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah kas dan setara kas. Informasi tersebut dapat pula digunakan untuk menganalisa hubungan diantara ketiga aktivitas tersebut.
              Menurut Wibowo dan Abubakar Arif (2006:134) laporan arus kas merupakan suatu laporan yang menyediakan informasi mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas oleh suatu entitas selama periode tertentu. Menurut Brigham dan Houston (2001) laporan arus kas adalah laporan yang menjelaskan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan terhadap arus kas selama satu periode akuntansi.
              Laporan arus kas adalah penyampaian informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu. Laporan kas juga menyediakan informasi tentang aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan entitas atas dasar kas yang ada. (Mohamad Nasir dan Mariana Ulfah, 2008). Melalui analisa komponen arus  kas, maka dapat diketahui bagaimana perusahaan mengelola dana yang dimilikinya. Yang dimaksud laporan sumber dan penggunaan kas (aliran kas) adalah perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaannya. Bagi perusahaan, dengan adanya aliran kas dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada. Sedangkan bagi para  investor,  aliran kas dapat digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau mengembalikan pinjaman.
Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan dasar yang melaporkan kas yang diterima, kas yang dibayarkan , dan perubahannya, dari kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari bisnis selama satu periode dalam sebuah format yang menyatakan saldo kas awal dan akhir. (Tjiptowati Endang Irianti: 2008) Menurut Tuanakotta (1999) tujuan utama dari pelaporan arus kas adalah untuk memberikan informasi yang akan membantu investor dan kreditur untuk meramalkan jumlah kas yang mungkin akan diterima dalam bentuk dividen, bunga, dan pembayaran kembali hutang pokok. Selain itu laporan arus kas juga berguna untuk mengevaluasi risiko yang mungkin terjadi.
              Tujuan informasi arus kas adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode akuntansi. (Novy Budi Adeliawwan: 2010) Kieso dan Weygandt (1995) menyatakan bahwa tujuan laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas suatu kesatuan selama suatu periode.
              Kegunaan informasi yang terkandung dalam laporan arus kas menurut ikatan akuntan Indonesia adalah:
1.   Membantu pengguna laporan keuangan menilai kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas.
2.   Memungkinkan untuk dikembangkannya model yang dapat menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flow) dari berbagai perusahaan.
3.   Dapat meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi dari berbagai perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
4.   Sebagai indikator dari jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan.
5.   Untuk meneliti kecermatan dari estimasi arus kas masa depan yang sudah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.
Menurut Naimah (2000) arus kas yang berisi informasi tentang aliran kas masuk dan keluar selama periode akuntansi terdiri dari:
1.   Arus kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas operasi yaitu arus kas yang muncul akibat adanya produksi atau pengiriman barang yang akan dijual dan penyediaan jasa serta pengaruh dari transaksi dan peristiwa lainnya terhadap kas yang mempengaruhi penentuan pendapatan.
2.   Arus kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas investasi yaitu arus kas yang berasal dari adanya perolehan dan penjualan atau sebaliknya penghentian dari surat-surat berharga yang bukan merupakan ekuivalen kas dan aktiva produktif yang diharapkan bermanfaat bagi perusahaan di masa yang akan datang dalam jangka waktu panjang serta peminjaman dan pengumpulan piutang.
3.   Arus kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivtas pendanaan yaitu arus kas yang berasal dari adanya kegiatan peminjaman dari kreditur dan pembayaran kembali hutang tersebut serta perolehan sumber daya berasal dari pemilik dan pemberian imbalan atas investasi bagi pemilik.

Karena arus kas mengandung 3 komponen yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan, maka total arus kas dapat dirumuskan sebagai berikut:
Total arus kas = Arus kas operasi + Arus kas investasi + arus kas pendanaan


Sumber: Brigham dan Houston (2001)

Tabel 2.2
Matriks Definisi Arus Kas
No
Nama Peneliti
Pendapat Ahli/pakar
1
Brigham dan Houston (2001)
laporan arus kas adalah laporan yang menjelaskan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan terhadap arus kas selama satu periode akuntansi.
2
Mohamad Nasir dan Mariana Ulfah (2008)
Laporan arus kas adalah penyampaian informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu. Laporan kas juga menyediakan informasi tentang aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan entitas atas dasar kas yang ada.
3
Tjiptowati Endang Irianti (2008)
Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan dasar yang melaporkan kas yang diterima, kas yang dibayarkan , dan perubahannya, dari kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari bisnis selama satu periode dalam sebuah format yang menyatakan saldo kas awal dan akhir
4
Novy Budi Adeliawwan (2010)

Tujuan informasi arus kas adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode akuntansi
5
Kieso dan Weygandt (1995)
tujuan laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas suatu kesatuan selama suatu periode.
Sumber: data diolah sendiri
2.1.3      Ukuran perusahaan
              Ukuran (size) perusahaan bisa diukur dengan menggunakan total aktiva, penjualan, atau modal dari perusahaan tersebut. Salah satu tolok ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran aktiva dari perusahaan. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding perusahaan dengan total asset yang kecil (Indriani, 2005).
              Cooke (1992) meneliti pengaruh size perusahaan, status pendaftaran dan jenis industri terhadap luas pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan Jepang yang terdaftar dibursa. Size perusahaan merupakan variabel penting yang menjelaskan luas pengungkapan dalam laporan tahunan, sedangkan untuk jenis industri ditemukan bahwa perusahaan manufaktur berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan dibandingkan dengan jenis industri lain. Miswanto (1999) dalam penelitiannya mengenai pengaruh ukuran perusahaan pada risiko bisnis menemukan bahwa besar kecilnya perusahaan mempengaruhi risiko bisnis. Dari penelitiannya diperoleh bukti empiris bahwa perusahaan kecil memiliki risiko dan return yang lebih tinggi dibanding perusahaan besar. Karakteristik keuangan yang berbeda-beda antar perusahaan menyebabkan relevansi angka-angka akuntansi yang tidak sama pada semua perusahaan. Ukuran (size) perusahaan dapat digunakan untuk mewakili karakteristik keuangan perusahaan (Indriani:2005).
              Menurut Ferry dan Jines (dalam Sujianto, 2002), ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan rata-rata total aktiva. Jadi rata-rata perusahaan merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan menurut Riyanto (1995), suatu perusahaan yang besar yang sahamnya tersebar sangat luas, setiap perluasan modal saham hanya akan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kemungkinan hilangnya atau tergesernya pengendalian dari pihak yang dominan terhadap perusahaan bersangkutan. Sebaliknya, perusahaan yang kecil, dimana sahamnya tersebar hanya di lingkungan kecil, penambahan jumlah saham akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemungkinan hilangnya kontrol pihak yang dominan terhadap perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan dengan ukuran lebih besar memiliki akses yang lebih besar untuk mendapatkan sumber pendanaan, sehingga untuk memperoleh pinjaman dari krediturpun akan lebih mudah karena perusahaan dengan ukuran lebih besar memiliki probabilitas lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Pada sisi lain, perusahaan dengan skala kecil lebih fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian, karena peruahaan kecil lebih cepat bereaksi terhadap perubahan yang mendadak.
              Menurut Francis (1986), Grubber dan elton (1995), serta Fama dan French (1995) dalam Panjaitan (2004) berpendapat bahwa perusahaan yang mempunyai nilai skala kecil cenderung kurang menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang berskala besar. Perusahaan kecil hanya memiliki faktor-faktor pendukung untuk memproduksi barang dengan jumlah terbatas. Oleh karena itu, perusahaan yang berskala kecil mempunyai resiko yang lebih besar daripada perusahaan besar. Perusahaan yang mempunyai risiko yang lebih besar biasanya menawarkan return yang besar untuk menarik investor. Menurut Miswanto dan Husnan (1999) dalam penelitiannya mengenai pengaruh ukuran perusahaan pada risiko bisnis menemukan bahwa besar kecilnya perusahaan mempengaruhi risiko bisnis. Dari penelitiannya diperoleh bukti empiris bahwa perusahaan kecil memiliki risiko dan return yang lebih tinggi dibanding perusahaan besar.
Dalam menganalisis ukuran perusahaan dapat dirumuskan:
Total aktiva = aktiva lancar + aktiva tidak lancar
Sumber: Ferry dan Jines (2002)



Tabel 2.3
Matriks Definisi Ukuran Perusahaan
No
Nama Peneliti
Pendapat Ahli/pakar
1
Indriani (2005)
Ukuran (size) perusahaan dapat digunakan untuk mewakili karakteristik keuangan perusahaan
2
 Riyanto (1995)
suatu perusahaan yang besar yang sahamnya tersebar sangat luas, setiap perluasan modal saham hanya akan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kemungkinan hilangnya atau tergesernya pengendalian dari pihak yang dominan terhadap perusahaan bersangkutan.
3
Miswanto dan Husnan (1999)
besar kecilnya perusahaan mempengaruhi risiko bisnis, dan perusahaan kecil memiliki risiko dan return yang lebih tinggi dibanding perusahaan besar.
Sumber data: diolah sendiri
2.1.4      Laba Akuntansi
        Menurut Brigham dan Huston dalam Keni (2008) laba akuntansi adalah laba bersih perusahaan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi. Komponen yang tidak pernah luput dari perhatian pelaku pasar dalam menyimak laporan keuangan adalah laporan laba rugi. Seberapa besar laba perusahaan, bagaimana perbandingannya dengan tahun sebelumnya, apakah pencapaian itu sudah sesuai target yang ditetapkan, apakah pencapaian itu sudah mencerminkan kondisi perekonomian makro, dan sebagainya.
Robert Ang (1997) menyatakan bahwa informasi keuangan yang disajikan dalam laporan laba rugi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan (terutama investor) adalah laba bersih setelah pajak atau net income after tax (NIAT). NIAT merupakan pendapatan bersih sesudah pajak dengan memperhitungkan keuntungan hak minoritas (minority interest). Keuntungan hak minoritas merupakan keuntungan kerugian bersih (net earning or losses) yang diperoleh dari laporan konsolidasi anak perusahaan.                                                                                                                                            
Statement of Financial Accounting Concepts No I9 (Vicky Oktavia, 2008) mengenai informasi laba menyebutkan bahwa informasi laba berfungsi untuk menilai kinerja manajemen, membantu memperkirakan kemampuan laba, dan menaksir risiko dalam meminjam atau dalam investasi. Dengan konsep yang selama ini digunakan diharapkan para pemakai laporan dapat mengambil keputusan ekonomi yang tepat sesuai dengan kepentingan. Informasi laba dapat digunakan untuk memenuhi berbagai tujuan. Tujuan pelaporan laba adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan.
dalam paragraf 70 Standar Akuntansi keuangan pada pokok bahasan yang sama disebutkan bahwa penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus pemasukan atau penambahan aktiva atau pengurangan kewajiban yang mengakibatkan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.  Dalam Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) dinyatakan bahwa tujuan laporan keuangan untuk umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan- keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, dan arus kas (PSAK No.1 Paragraph 05,2004).

              Konsep laba menurut Hendriksen (1992;128) dalam Muhammad Hamzah (2010) yaitu :
1.       Konsep laba pada tingkatan struktural
              Konsep ini berkaitan dengan pengukuran laba melalui dua pendekatan yaitu pendekatan transaksi terhadap pengukuran laba. Pendekatan ini melibatkan pencatatan perubahan dalam penilaian
aktiva dan kewajiban bahwa perubahan ini hanya merupakan akibat dari transaksi. Laba diakui pada saat terjadi transaksi ekstern.
Keunggulan utama pendekatan transaksi adalah :
a. Komponen laba dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara seperti menurut produk atau kelompok pelanggan, guna memperoleh informasi yang lebih berguna bagi manajemen.
b. Laba yang timbul dari beberapa sumber seperti operasi dari sebab-sebab ekstern dapat dilaporkan secara terpisah sejauh laba tersebut dapat ditukar pada periode tertentu. Bila dikaitkan dengan perusahaan kedua istilah modal dan laba agak berbeda karena berdasarkan definisi diatas laba merupakan kenikmatan dari penggunaan modal namun perusahaan ada bukanlah untuk kenikmatan, tapi berdasarkan perusahaan yaitu mendatangkan arus kekayaan demi keuntungan pemilik atau benefyciarinya yaitu pemegang ekuitasnya.

2.       Konsep laba sebagai pemeliharaan kekayaan
              Konsep pemeliharaan kekayaan berhubungan dengan modal yang diinvestasikan dalam perusahaan. Laba dihitung dengan menilai aktiva bersih perusahaan pada akhir periode dan membandingkannya dengan penilaian awal periode. Kesulitan terbesar dengan pendekatan ini adalah pengukuran aktiva bersih pada awal dan akhir periode. Metode yang digunakan untuk penilaian aktiva meliputi :
a.   Kapitalisasi arus atau jasa yang diharapkan dimasa datang akan diterima selama umur perusahaan.
b.   Jumlah harga jual beberapa aktiva perusahaan dikurangi total kewajibannya.
c.   Penilaian perusahaan dengan menggunakan nilai masuk aktiva non moneter dan menambahkan nilai aktiva moneter dan mengurangkan kewajiban.

3.       Konsep Perilaku Laba
              Konsep perilaku laba berkaitan dengan proses keputusan para investor dan kreditur, reaksi surat berharga dipasar yang terorganisasi terhadap pelaporan laba, keputusan pengeluaran modal dari manajemen dan reaksi umpan balik manajemen dan para akuntan. Konsep ini juga berkaitan dengan laba sebagai alat ramal bagi banyak perusahaan, peramalan laba dianggap lebih relevan dalam meramalkan harga saham dimasa yang akan datang. Oleh karena itu pengharapan akan laba yang akan datang digunakan oleh banyak investor. Faktor utama dalam meramaikan distribusi oleh banyak investor. Faktor utama dalam meramalkan distribusi deviden yang merupakan faktor penting untuk menetapkan nilai berjalan atas bagian saham atau atas keseluruhan
perusahaan.
Menurut Suhendah (2005) dalam Keni (2008), laba akuntansi memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.   Didasarkan pada transaksi aktual yang berasal dari penjualan barang dan jasa.
2.   Mengacu pada kinerja perusahaan selama periode tertentu.
3.   Didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi, pengukuran,dan peengakuan pendapatan.
4.   Memerlukan pengukuran biaya atau expenses dalam bentuk historical cost.
5.   Adanya perbandingan antara pendapatan dengan biaya yang relevan.

Chariri dan Ghozali (2001) menyebutkan bahwa informasi tentang laba perusahaan dapat digunakan sebagai:
1.   Indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembalian (rate of return on invested capital);
2.   Pengukur prestasi manajemen;
3.   Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak;
4.   Alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu negara;
5.   Dasar kompensasi dan pembagian bonus;
6.   Alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan;
7.   Dasar untuk kenaikan kemakmuran;
8.   Dasar pembagian deviden

Dalam penelitian ini, laba akuntansi diambil dari laba bersih setelah pajak dengan rumus:
Laba akuntansi = laba kotor – beban operasi – beban lain-lain + pendapatan lain-lain – pajak 
Sumber: Robert Ang (1997)


Tabel 2.4
Matriks Definisi Laba Akuntansi
No
Nama Peneliti
Pendapat Ahli/pakar
1
Brigham dan Huston
Laba akuntansi adalah laba bersih perusahaan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi.
2
Robert Ang (1997)
Informasi keuangan yang disajikan dalam laporan laba rugi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan (terutama investor) adalah laba bersih setelah pajak atau net income after tax (NIAT). NIAT merupakan pendapatan bersih sesudah pajak dengan memperhitungkan keuntungan hak minoritas (minority interest).
3
Statement of Financial Accounting Concepts No I9
informasi laba berfungsi untuk menilai kinerja manajemen, membantu memperkirakan kemampuan laba, dan menaksir risiko dalam meminjam atau dalam investasi.
Sumber data: diolah sendiri
2.1.5      Harga Saham
              Surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal sering disebut efek atau sekuritas, salah satunya yaitu saham. Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5). Sumantoro (1990:10) (dalam Aryani, 2010) Saham adalah penyertaan dalam modal dasar suatu perseroan terbatas, sebagai tanda bukti  penyertaan tersebut dikeluarkan surat kolektif kepada pemilik yaitu pemegang saham. Eduardus (2001 : 18) mendefinisikan saham sebagai “surat bukti kepemilikan atas asset-aset perusahaan yang menerbitkan saham.”
              Ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 6) :
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a. Saham Biasa (common stock)
    Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
    Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor. Serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar deviden. Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.
2. Ditinjau dari cara peralihannya
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

3. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a.  Blue – Chip Stocks
Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
b. Income Stocks
Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
c. Growth Stocks
1. (Well – Known)
Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
2. (Lesser – Known)
Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
d. Speculative Stock
Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
e. Counter Cyclical Stocks
Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. Dan yang terbaru jenis saham yang diperdagangkan di BEI , yaitu ETF (Exchange Trade Fund) adalah gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI)
Tabel 2.5
Matriks Definisi Harga Saham
No
Nama Peneliti
Pendapat Ahli/pakar
1
Darmadji dan Fakhruddin (2001: 5).
Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut
2
Aryani (2010)
Saham adalah penyertaan dalam modal dasar suatu perseroan terbatas, sebagai tanda bukti  penyertaan tersebut dikeluarkan surat kolektif kepada pemilik yaitu pemegang saham.
3
Eduardus (2001 : 18)
saham sebagai surat bukti kepemilikan atas asset-aset perusahaan yang menerbitkan saham.
Sumber data: diolah sendiri

2.2         Tinjauan Penelitian Sebelumnya
2.2.1      Penelitian Sebelumnya

2.2.1.1   Penelitian Vicky Oktavia (2008)
              Penelitian yang dilakukan Penelitian Vicky Oktavia berjudul “Analisis Pengaruh Total Arus Kas, Komponen Arus Kas, dan Laba Akuntansi terhadap Harga Saham”  Sesuai dengan Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2 yang mewajibkan agar perusahaan mencantumkan laporan aus kas sebagai bagian dari laporan keuangan, maka penelitian tersebut  berusaha untuk menguji pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham.
              Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham. Data yang digunakan dalam penelitiannya diperoleh dari Bursa Efek Jakarta. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan sample perusahaan – perusahaan yang masuk dalam indeks LQ-45 selama tahun 2002 – 2004. Tercatat dari 58 perusahaan menjadi anggota populasi, namun hanya sebanyak 19 perusahaan yang digunakan sebagai sampel karena secara konsisten telah empat kali berturut- turut masuk dalam perhitungan indeks LQ-45. Teknik analisis regresi berganda dilakukan guna menguji hipotesis yang ada.
              Hasil penelitian ini adalah total arus kas dan laba akuntansi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dari persamaan regresi, diperoleh hasil bahwa laba akuntansi mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan total arus kas terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan semakin tinggi laba akuntasi suatu perusahaan maka harga saham juga akan semakin meningkat, karena dengan laba akuntansi yang tinggi akan menarik respon positif dari para investor yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dan meningkatkan kekayaan pemegang saham dalam bentuk naiknya harga saham. demikian pula dengan komponen arus kas. Komponen arus kas yang terdiri atas arus kas operasi, investasi dan pedanaan juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham. Pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham berasal dari arus kas operasi, karena arus kas operasi yang menunjukkan aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan merupakan suatu indikator yang menentukan apakah perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk operasional perusahaan tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu, antara lain penelitian dari Triyono dan Jogiyanto Hartono (2000), dan diharapkan dari penelitian ini para investor yang berinvestasi pada suatu perusahaan memperhatikan informasi yang berasal dari laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan tersebut.



2.2.1.2   Penelitian Muhammad Hamzah (2010)
              Pada tahun 2010, Muhammad Hamzah melakukan penelitian dengan menggunakan variabel arus kas dan laba akuntansi sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas dan laba terhadap harga saham. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan transportasi yang terdaftar dibursa efek Indonesia (BEI) untuk periode tahun 2004 – 2007. Pemilihan sample berdasarkan metode purposive sampling. Sehingga diperoleh sebanyak dua data observasi. Pengujian hipótesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda, dan mempertimbangkan asumsi klasik yaitu multikoliniaritas, hesteroskedastisitas, autokorelasi dan normalitas. Terdapat empet perusahaan yang tergolong dalam sektor transportasi yang go public di BEI, yaitu PT. Centris Multi Persada P.Tbk (CMPP), PT. Rig Tenders Tbk (RIGS), PT. Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS).
              Hasil analisis secara simultan dengan nilai significant 5% variabel arus kas dan laba secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa transportasi sebesar 96,5% dan sisanya sebesar 3,5 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Secara parsial variabel bebas perubahan arus kas dan laba juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat, hal tersebut dapat diketahui dari nilai signifikansi yang berada dibawah nilai alpha 0.05. Adapun variabel yang dominan mempengaruhi harga saham adalah variabel laba, hal ini ditunjukkan koefisien determinasi secara parsial (r2) sebesar 85,9%. Dengan demikian perusahaan sampel tersebut dapat dijadikan acuan bagi perusahaan atau investor yang ingin berinvestasi di saham perusahaan jasa transportasi, karena dalam perhitungan variabel menunjukkan hasil positif. Yang mana ada peluang untuk berinvestasi.

2.2.1.3   Penelitian Keni (2008)
              Seorang Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara Jakarta melakukan penelitian mengenai pengaruh laporan arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham. Pemelitian ini didasarkan pada kepentiangan investor mengenai laporan arus kas dan laba akuntansi dalam memprediksi harga saham. Penelitian ini menggunakan analisis regresi lilnear berganda. Sebagai sampel, Keni mengambil 43 perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia yang terdaftar di BEJ pada tahun 2006.
              Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan simultan antara arus kas dan laba akuntansi dengan nilai sign. 0,03 < 0,05. Sedangkan dalam uji parsial, hanya variabel laba akuntansi yang berpengaruh secara signifikan, ditunjukkan dengan nilai sign. 0,042 < 0,05, sedangkan variabel arus kas tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Muhammad Hamzah, dimana variabel arus kas berpengaruh secara signifikan.

2.2.1.4   Penelitian Elenora Sofilda dan Edi Subaedi (2006)
              Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan terhadap harga saham LQ-45 pada bursa efek Jakarta. Penelitian menggunakan metode analisis regresi linear berganda dimana objek yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di BEJ selama periode 2002-2005 sebanyak 13 perusahaan.
              Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai signifikasi dari setiap hubungan. Besarnya korelasi (R ) adalah 0,737 yang berarti adanya hubungan yang kuat antara ukuran perusahaan dan karakterisktik kepemilikan secara bersama-sama terhadap harga saham. Besarnya koefisien determinasi (R square) adalah 0.544 atau 54,4% variasi yang dapat dijelaskan oleh variabel ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan secara bersama-sama terhadap harga saham. Pada penelitian ini hasil pengujian simultan antara ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan terhadap harga saham menunjukkan nilai F-hitung sebesar 59,605 dan F-tabel 3,09 dan melihat signifikasi sebesar 0,000 sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan terhada harga saham di BEJ, digunakan analisis multiple regression dengan melihat t-hitung dan t signifikannya. Hasil uji ini menunjukkan hasil t-hitung sebesar -1,551 atau lebih besar dari t-tabel (-1,658) dan signifikasi 0,124 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa secara parsial antara ukuran perusahaan dan harga saham tidak berpengaruh secara signifikan. Sedangkan hubungan antara karakteristik kepemilikan dengan harga saham berpengaruh secara signifikan.

2.2.2      Perbedaan atau Originalitas Dengan Penelitian Sebelumnya
2.2.2.1   Perbedaan Penelitian Vicky Oktavia (2008) dengan Penulis
              Pada penelitian yang dilakukan oleh Vicky Oktavia pada tahun 2008, variabel independen yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh terhadap harga saham adalah total arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi. Sedangkan pada penelitian ini menggunakan variabel independen total arus kas, tidak memperhitungkan pengaruh komponen arus kas, ukuran perusahaan dan laba akuntansi. Dari jumlah populasi yang digunakan juga berbeda. Vicky Oktavia menggunakan 58 perusahaan sebagai populasi dan mengambil 19 diantaranya sebagai populasi, tanpa memperhitungkan jenis usaha perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Sedangkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan populasi perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konsumsi (makanan dan minuman) yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada periode pengamatan yaitu tahun 2007-2010.

2.2.2.2   Perbedaan Penelitian Muhammad Hamzah (2010) dengan Penulis
              Penelitian yang dilakukan Muhammad Hamzah pada tahun 2010 menggunakan variabel independen arus kas dan laba akuntansi dan harga saham sebagai variabel dependen. Pada penelitian ini, penulis menambahkan variabel ukuran perusahaan sebagai variabel independen. Sedangkan dari segi metode penarikan sampel yang digunakan, penelitian Muhammad Hamzah menggunakan purposive sampling yang diambil dari perusahaan yang bergerak di bidang transportasi periode tahun 2004-2007, sedangkan penelitian ini mengambil sampel dari perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konsumsi khususnya makanan dan minuman dalam periode tahun 2007-2010. Muhammad hamzah menggunakan 4 perusahaan sebagai sampel sedangkan penelitian ini menggunakan 13 sampel dari jumlah 15 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel.

2.2.2.3   Perbedaan Penelitian Keni  (2008) dengan Penulis
              Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Hamzah, Keni juga menggunakan variabel independen yang sama dalam menguji pengaruh terhadap variabel dependen harga saham yaitu arus kas dan laba akuntansi. sedangkan penelitian ini menambahkan variabel ukuran perusahaan sebagai variabel independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan Keni menggunakan sampel 43 perusahaan industri kimia yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada tahun 2006, sedangkan penulis menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada tahun 2007-2010.

2.2.2.4   Perbedaan Penelitian Elenora Sofilda dan Edi Subaedi (2006) dengan Penulis
              Elenora Sofilda dan Edi Subaedi mengambil judul pengaruh ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan terhadap harga saham. Penelitian tersebut menggunakan variabel independen ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan, sedangkan pada penelitian ini menggunakan variabel independen arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi. Sampel yang digunakan Elenora Sofilda dan Edi Subaedi adalah 13 perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2002-2005 sebanyak 13 perusahaan, sedangkan pada penelitian ini menggunakan 15 perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada tahun 2007-20


Tabel 2.6
Matriks Originalitas Penelitian


No
Peneliti
Judul Penelitian
Variabel Penelitian
Hasil Penelitian
1
Vicky Oktavia (2008)
Analisis Pengaruh Total Arus Kas, Komponen Arus Kas, dan Laba Akuntansi terhadap Harga Saham
total arus kas, komponen arus kas, laba akuntansi, harga saham
secara parsial, total arus kas dan  laba akuntansi mempunyai pengaruh yang  signifikan. Secara simultan (bersama-sama), total arus kas dan laba akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan.
2
Muhammad Hamzah (2010)
Pengaruh Arus kas dan Laba Akuntansi terhadap Harga Saham
arus kas, laba akuntansi, harga saham
secara parsial,  arus kas dan  laba akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan. Secara simultan (bersama-sama), total arus kas dan laba akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan.
3
Keni (2008)
Pengaruh Arus kas dan Laba Akuntansi terhadap Harga Saham
arus kas, laba akuntansi, harga saham
secara parsial, hanya variabel laba akuntansi yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan arus kas tidak berpengaruh. Secara simultan (bersama-sama), total arus kas dan laba akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan.
4
Elenora Sofilda dan Edi Subaedi (2006)
Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Karakterisktik Kepemilikan terhadap Harga Saham
ukuran perusahaan, karakteristik kepemilikan, harga saham
Secara parsial, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan karakteristik perusahaan berpengaruh signifikan. secara simultan (bersama-sama), ukuran perusahaan dan karakteristik perusahaan berpengaruh signifikan.
Sumber data: diolah sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar