Rabu, 04 September 2013

Landasan Teori Struktur Aset


Struktur Aset
              Weston dan Brigham (2005:175), Struktur aktiva adahlah “Perimbangan atau perbandingan antara aktiva tetap dan total aktiva.” Sedangkan menurut Syamsudin (2007;9) struktur aktiva adahlah “Penentuan berapa besar alokasi dana untuk masing-masing komponen aktiva,baik dalam aktiva lancar maupun dalam aktiva tetap.” Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa struktur aktiva merupakan perbandingan antara aktiva tetap dan total aktiva yang dapat menentukan besarnya alokasi dana untuk masing-masing komponen aktiva.
            Struktur aset perusahaan memainkan peranan penting dalam menentukan pembiayaan perusahaan yang memiliki aktiva tetap jangka panjang tinggi,karena permintaan akan produk mereka tinggi,akan banyak menggunakan utang hipotik jangka panjang.perusahaan yang sebagian aktivanya berupa piutang dan persediaan  barangnya yang nialinya sangat tergantung pada kelanggengan tingkat profitabilitas tidak terlalu tergantung pada pembiayaan jangka pendek.menurut Van der Wijst dan Thurik,(1993); Chittenden et al, (1996); Michaelas et al, (1999); Cassar dan Holmas, (2003); Hall et al, (2004), menunjukkan bukti hubungan yang positif antara struktur aset dan utang jangka  panjang,dan hubungan negatif dengan utang jangka pendek. Esperance et al (2003), menemukan adanya hubungan positif antara struktur aset jangka panjang dan utang jangka pendek.
Pada perusahaan manufaktur sebagian besar dari modalnya tertanam dalam aktiva tetap,yang mengutamakan dari pendanaan internal (modal sendiri), sedangkan pendanaan eksternal (utang) hanya sebagai pelengkap.sementara itu,perusahaan yang sebagian besar dari aktivanya adahlah aktiva lancar akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dananya melalui utang jangka pendek. Myers (1984); Titman  dan Wassels (1988); Rajan dan Zingales (1995); Volgaris et al (2002); Bhaduri (2002), mengatakan sumber modal mana yang akan digunakan perusahaan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya struktur aktiva yang dibentuk oleh perusahaan dan ukuran perusahaan.perusahaan yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap,akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan modalnya dengan modal yang bersifat permanen, yaitu modal sendiri.sedangkan modal asing bersifat sebagai pelengkap

Matrik pengertian pertumbuhan penjualan


Matrik pengertian pertumbuhan penjualan

No
Pakar yang menjelaskan
Teori yang dijelaskan
1.
Barton (1989)
 Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang.
2
Devic (2003)
Pertumbuhan perusahaan dalam manajemen keuangan diukur berdasar perubahan penjualan, bahkan secara keuangan dapat dihitung berapa pertumbuhan yang seharusnya (sustainable growth rate) dengan melihat keselarasan keputusan investasi dan pembiayaan.
2.
Houston dan Brigham (2006:39)
Perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman
memperoleh lebih banyak pinjaman dan menanggung beban tetap yang
lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya tidak
stabil.”

3.
Swastha dan Handoko (2001)
Pertumbuhan atas penjualan merupakan indicator penting dari penerimaan pasar dari produk dan/atau jasa perusahaan tersebut, dimana pendapatan yang dihasilkan dari penjualan akan dapat digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhanpenjualan.

Home dan Machowicz (2005)
tingkat pertumbuhan penjualan adalah hasil perbandingan antara selisih penjualan tahun berjalan dan penjualan di tahun sebelumnya dengan penjualan di tahun sebelumnya.

Landasan Teori Tingkat Pertumbuhan Penjualan


Tingkat  Pertumbuhan Penjualan
           Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. (Barton et al.1989). Pertumbuhan penjualan merupakan indikator permintaan dan daya saing perusahaan dalam suatu industri. Laju pertumbuhan suatu perusahaan akan mempengaruhi kemampuan mempertahankan keuntungan dalam menandai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan tinggi,maka akan mencerminkan pendapatan  meningkat sehingga pembayaran deviden cenderung meningkat.
        Pertumbuhan perusahaan dalam manajemen keuangan diukur berdasar perubahan penjualan, bahkan secara keuangan dapat dihitung berapa pertumbuhan yang seharusnya (sustainable growth rate) dengan melihat keselarasan keputusan investasi dan pembiayaan (Devic, 2003). Pertumbuhan perusahaan akan menimbulkan konsekuensi pada peningkatan investasi atas aktiva perusahaan dan akhirnya membutuhkan penyediaan dana untuk membeli aktiva.
      Secara keuangan tingkat pertumbuhan dapat ditentukan dengan mendasarkan pada kemampuan keuangan perusahaan. Tingkat pertumbuhan yang ditentukan dengan hanya melihat kemampuan keuangan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tingkat pertumbuhan atas kekuatan sendiri dan tingkat pertumbuhan berkesinambungan. Tingkat pertumbuhan atas kekuatan sendiri merupakan tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai perusahaan tanpa membutuhkan dana eksternal atau tingkatpertumbuhan yang hanya dipicu oleh tambahan atas laba ditahan.tingkat pertumbuhan berkesinambungan adahlah tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai perusahaan tanpa melakukan pembiayaan modal tetapi dengan memelihara perbandingan antara hutang dengan modal.
      Swastha dan Handoko (2001), “Pertumbuhan atas penjualan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan atau jasa perusahaan tersebut,dimana pendapatan yang dihasilkan dari penjualan akan dapat digunakan untuk mengukur  tingkat pertumbuhan penjualan”. Berkaitan dengan pertumbuhan penjualan, perusahaan harus mempunyai strategi yang tepat agar dapat memenangkan pasar dengan menarik konsumen agar selalu memilih produknya.untuk itu faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan harus benar-benar diperhatikan.dengan mengetahui faktor-faktor tersebut perusahaan akan dapat menetapkan kebijaksanaan untuk mengantisipasi kondisi tersebut sehingga perusahaan dapat menjual produk dalam jumlah besar dan volume penjualan akan meningkat pula. Dengan meningkatnya laba perusahaan,maka keuntungan yang diperoleh para investor akan meningkat.
                Menurut Huston dan Brigham (2006:39) berpendapat bahwa perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh lebih banyak pinjaman dan menangung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan dengan penjualannya yang tidak stabil. Home dan Machowicz (2005) mengemukakan teori bahwa tingkat pertumbuhan penjualan adalah hasil perbandingan antara selisih penjualan tahun berjalan dan penjualan di tahun sebelumnya dengan penjualan di tahun sebelumnya. Tingkat pertumbuhan penjualan dihitung dengan rumus sebagai berikut:

                        g = S1 – S0 x 100 %
                                   S0
               
                Sumber: Home dan Machowicz (2005)

Keterangan :
g = Growth Sales Rate (tingkat pertumbuhan penjualan)
S1 = Total Current Sales (total penjualan selama periode berjalan)
S0 = Total Sales For Last Period (total penjualan periode yang lalu)

Matrik definisi struktur keuangan


Matrik definisi struktur keuangan
No
Pakar yang menjelaskan
Teori yang dijelaskan
1
Riyanto (1982:13)
Struktur keuangan adalah perpaduan dari seluruh item yang ada disisi kanan neraca perusahaan yang tercemin pada keseluruhan pasiva neraca
2.
Farah Margaretha (2004)
Struktur Keuangan menggambarkan susunan keseluruhan sisi kredit neraca yang terdiri atas utang jangka pendek, utang jangka panjang, dan modal sendiri.
2.
J. William Petty dkk (2000:542)
Struktur keuangan merupakan aktivitas menejemen mencari komposisi sumber keuangan yang pantas dari semua komponen sumber keuangan dengan maksud meminimkan biaya yang ditimbulkan.
3
Weston dan Copeland (1997)
Struktur keuangan adalah cara bagaimana perusahaan membiayai aktivanya. Struktur keuangan dapat dilihat pada seluruh sisi kanan neraca yang terdiri dari hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal pemegang saham
4.
Ferri dan John (1979)
Struktur keuangan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain klasifikasi industri,ukuran perusahaan,resiko bisnis