Minggu, 26 Februari 2012

Bab 1 Skripsi Pengaruh Arus Kas, Ukuran Perusahaan, dan Laba Akuntansi terhadap Harga Saham


BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang
Laporan keuangan adalah salah satu ukuran penting untuk menilai kinerja perusahaan. Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan. Informasi ini akan bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi. Laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Selain itu laporan keuangan juga memuat informasi mengenai keuntungan dan kerugian perusahaan serta arus kas. Informasi-informasi tersebut akan digunakan investor yang berkepentingan di pasar modal untuk mengetahui kinerja perusahaan, karena perusahaan yang memiliki kinerja yang baik akan mampu memaksimalkan keuntungan yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kesejahteraan pemilik saham.
Para investor bersedia menyalurkan dananya setelah adanya perasaan aman akan investasinya dan harapan return yang akan diterimanya dari investasi tersebut. Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan dana pada suatu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Semakin maju dan berkambangnya suatu peradaban masyarakat, maka objek-objek investasinya semakin banyak jenisnya, beragam, dan canggih (shophiscated) sehingga dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan tertentu agar aktivitas investasi tersebut mencapai tujuan yang diharapkan. Pasar modal merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan surat berharga jangka panjang baik dalam bentuk uang (obligasi) maupun modal sendiri (saham).
Keputusan investasi merupakan keputusan atau pilihan atas suatu skenario tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) dan tingkat risiko yang siap ditanggung. Pemodal harus berhitung dengan cermat atas dua hal tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pemodal harus siap menanggung risiko yang besar juga. Sebaliknya, semakin rendah risiko yang ditanggung, semakin rendah pula keuntungan yang diharapkan. Investasi pada saham bukanlah  investasi yang sifatnya bebas risiko (risk free), namun ada beberapa risiko yang memang menjadi karakteristiknya dibandingkan instrumen investasi lainnya. Risiko investasi pada saham adalah adanya kemungkinan mengalami kerugian (capital loss), kehilangan kesempatan untuk melakukan investasi di instrumen lainnya (opportunity loss), dan adanya kemungkinan emiten akan dilikuidasi. Kemungkinan investor akan mengalami kerugian timbul karena adanya fluktuasi harga saham. Fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kinerja dari emiten yang bersangkutan. (Tjiptono Darmadji:2001)
Sebelum menanamkan dananya pada suatu perusahaan, investor akan melakukan analisis dan prediksi atas kondisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan. Salah satu parameter yang digunakan investor untuk menilai kinerja perusahaan adalah informasi arus kas.  Informasi mengenai komponen arus kas mencakup arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.
Budiman Adeliawan (2010) menguji pengaruh komponen arus kas dan laba kotor terhadap harga saham memperoleh kesimpulan variabel komponen arus kas (arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan) dan laba kotor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Vicky Oktavia,S.E.(2008), menguji pengaruh total arus kas, komponen arus kas, dan laba akuntansi terhadap harga saham di bursa efek Jakarta memperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan terhadap harga saham.
Selain arus kas, parameter kinerja perusahaan yang mendapat perhatian utama yaitu laba. Kemajuan perusahaan tercermin dari keuntungan yang diperoleh setiap tahun. Laporan laba rugi memuat informasi mengenai laba akuntansi, laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Selain itu kita juga mengenal laba akuntansi yang kesemuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu pengukuran efisiensi manajer dalam mengelola perusahan.
Selain harapan untuk mendapatkan return atas saham yang ditanamkan investor terlebih dahulu akan menilai tingkat keamanan dananya atas tingkat resiko. Rasa aman investor bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya ukuran perusahaan. Salah satu tolok ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah total aktiva dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan di mana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama. Selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding perusahaan dengan total aset yang kecil (Indriani:2005)
Penulis memilih penelitian ini karena pentingnya prediksi tentang harga saham yang nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan baik bagi penanam saham maupun calon penanam saham atau investor. Selain itu, laporan arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi juga dinilai dapat mewakili masing-masing bagian dalam laporan keuangan. Penellitian ini didasari oleh penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Vicky Oktavia (2008) dimana hasil penelitiannya menunjukkan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara arus kas dan laba akuntansi baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan Muhammad Hamzah (2010) yang mengambil variabel independen arus kas dan laba akuntansi dan variabel dependen harga saham dimana hasilnya menunjukkan arus kas dan laba akuntansi berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun secara simultan. Namun hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakakan Keni (2008) dimana hasil penelitiannya menujukkan hanya laba akuntansi yang berpengaruhu signifikan terhadap harga saham, sedangan arus kas tidak signifikan berpengaruh terhadap harga saham. Selain penelitian tentang arus kas dan laba akuntansi, peneliti juga merujuk pada penelitian yang dilakukan Elenora Sofilda dan Edi Subaedi (2006) yang menguji pengaruh ukuran perusahaan dan karakteristik kepemilikan terhadap harga saham dimana hasilnya menunjukkan hanya karakteristik kepemilikan yang berpegaruh signifikan dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan teerhadap harga saham.
Berdasakan uraian di atas, peneliti mengambil judul “Pengaruh Arus Kas, Ukuran Perusahaan, dan Laba Akuntansi terhadap Harga Saham” Studi empirik pada perusahaan manufaktur di bidang konsumsi (makanan dan minuman) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2007-2010.

1.2       Identifikasi Masalah Penelitian
            Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
  1. Apakah total arus kas berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ?
  2. Apakah ukuran perusahan berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ?
  3. Apakah laba akuntansi berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) ?
  4. Apakah total arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ?

1.3       Maksud dan Tujuan
            Maksud dan tujuan penelitian adalah konsekuensi logis dari masalah yang telah ditetapkan, dirumuskan dan diidentifikasikan. Maksud penelitian menunjuk pada apa yang akan dikerjakan dalam penelitian ini dalam rangka menjawab masalah-masalah tersebut. Sedangkan tujuan penelitian menunjukkan pada apa yang akan diperoleh atau dicapai oleh maksud penelitian (Soegiyono, 2006:304).

1.3.1    Maksud Penelitian
            Maksud dari penelitian ini adalah mencari data dan informasi yang diperlukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran yang jelas tentang pengaruh total arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

1.3.2    Tujuan Penelitian
Seperti yang telah disebutkan pada latar belakang penelitian tujuan dari penelitian ini ialah :
1.   Menganalisa dan memperoleh bukti empirik pengaruh arus kas terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2007-2010.
2.   Menganalisa dan memperoleh bukti empirik pengaruh ukuran perusahaan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2007-2010.
3.   Menganalisa dan memperoleh bukti empirik pengaruh manufaktur laba akuntansi terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2007-2010.
4.   Menganalisa dan memperoleh bukti empirik pengaruh arus kas,  ukuran perusahaan dan laba akuntansi terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2007-2010.

1.4         Manfaat Penelitian
Adapun kegunaan dalam penelitian yang akan di lakukan oleh penulis terbagi kedalam dua kelompok yaitu kegunaan teoritis dan kegunaan praktis.

1.4.1      Guna Teoretis atau Pengembangan Ilmu
Dari segi akademis, penelitian ini diharapkan memberi masukan untuk mengembangkan konsep tentang informasi arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi yang berpengaruh terhadap harga saham.

1.4.2    Guna Praktis
1.   Bagi Investor
Merupakan masukan dan suatu evaluasi tentang pentingnya pelaporan keuangan sebagai suatu landasan atau tolok ukur, yang nantinya akan digunakan bagi para investor di dalam mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kinerja perusahaannya sekaligus sebagai antisipasi dampak dari perubahan-perubahan faktor makro terhadap risiko saham secara keseluruhan.
2.    Bagi Pembaca
Penelitian ini berguna untuk menambah pengetahuan tentang akuntansi khususnya komponen arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi. Dapat mengetahui pentingnya arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi terhadap harga saham.
3.    Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peneliti dalam bidang manajemen keuangan serta pengaruh arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi terhadap Harga Saham pada perusahaan manufaktur, serta dapat mempertimbangkan faktor tersebut sebagai bahan pertimbangan atau alat pengambilan keputusan sehubungan dengan operasi perusahaan yang terangkum dalam laporan keuangan apabila ingin berinvestasi atau bekerja sama dengan perusahaan lain nantinya.

1.5         Hipotesis
              Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Bertolak dari latar belakang penelitian, masalah penelitian dan kerangka pemikiran, maka dalam penelitian ini diajukan hipotesa dengan syarat sebagai berikut:
Ho1      =   arus kas tidak berpengaruh terhadap harga saham
Ha1      =   arus kas berpengaruh terhadap harga saham
Ho2      =   ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham
Ha2      =   ukuran perusahaan berpengaruh terhadap harga saham
Ho3      =   laba akuntansi tidak berpengaruh terhadap harga saham
Ha3      =   laba akuntansi berpengaruh terhadap harga saham
Ho4      =   arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi tidak berpengaruh terhadap harga saham
Ha4      =   arus kas, ukuran perusahaan, dan laba akuntansi berpengaruh terhadap harga saham

1.6         Kerangka Pemikiran
              Kerangka pemikiran adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi yang didasarkan pada pemahaman. Kerangka pemikiran merupakan gambaran dari semua penilitian yang akan dilakukan. Informasi mengenai komponen arus kas merupakan komponen penting dalam mengukur kinerja perusahaan.  Selain itu laporan mengenai laba rugi yang ada dalam laporan keuangan juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam beroperasi dan mengahasilkan keuntungan berkala menambah minat investor untuk menanamkan sahamnya. Jumlah aktiva tetap perusahaan yang mencerminkan ukuran perusahaan menjadikan harapan investor untuk mendapatkan return saham akan meningkat seiring dengan rasa aman akan investasinya. Hal ini akan mempengaruhi permintaan dan tingginya permintaan akan mengakibatkan perubahan positif harga saham.

Menurut Sugiyono (2008:89), kerangka berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variable yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Penulis mencoba menggambarkan kerangka pemikiran atas penelitian yang dilakukan pada suatu perusahaan. Pada umumnya dalam setiap periode akuntansi yang telah ditentukan oleh perusahaan, kegiatan-kegiatan usaha (transaksi-transaksi) perusahaan terangkum dalam laporan keuangan perusahaan. Penyusunan suatu laporan keuangan adalah merupakan hasil akhir dari proses akuntansi suatu perusahaan (Agnes Sawir, 2005), serta sebagai alat untuk mengetahui posisi keuangan dalam suatu perusahaan dan hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut selama kurun waktu tertentu.

Harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah faktor fundamental yang merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi perusahaan yaitu kondisi manajemen organisasi, sumber daya manusia dan kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan.
              Perkembangan harga saham tidak akan terlepas dari perkembangan kinerja keuangan perusahaan. Secara teoritis jika kinerja perusahaan mengalami peningkatan maka harga saham akan merefleksikannya dengan peningkatan harga saham demikian juga sebaliknya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar