Jumat, 05 Oktober 2012

uji multikolinearitas

1. Uji Multikolinearitas
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan antar variabel. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas (multiko). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.
Pengujian ini dilakukan dengan mengukur besar korelasi antar variabel independen, jika dua variabel independen terbukti berkorelasi secara kuat, maka dikatakan terdapat multikolinearitas pada kedua variabel tersebut.

Langkah-langkah menggunakan SPSS:
Pada tabulasi data yang telah diinput,
a. Pilih menu Analyze - Regression - Linear
b. Kolom dependent, pilih variabel Y. Kolom Independen, pilih semua variabel X.
c. Klik pada Statistics, non-aktifkan pilihan estimates dan model fit.
d. Aktifkan pilihan Covariance Matrix dan Collinierity diagnostics.
e. Klik Continue.

Analisis:
a. Besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance
Pedoman suatu model regresi yang bebas multiko adalah:
- mempunyai nilai VIF di sekitar angka 1 dan tidak boleh lebih dari 10
- mempunyai angka tolerance mendekati 1
b. Besaran korelasi antar variabel independen
- koefisien korelasi antar variabel independen haruslah lemah (di bawah 0,5). Jika korelasi kuat, maka terjadi problem multikolinearitas
(Singgih Santoso, 2010:203-207)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar