Struktur Keuangan
Struktur keuangan adalah perpaduan dari seluruh item yang ada disisi kanan neraca perusahaan yang tercemin pada keseluruhan pasiva neraca.(Riyanto, 1982:13). Setiap perusahaan dalam operasinya selalu menghadapi masalah pengalokasian dana dan pemenuhan kebutuhan dana. Pengalokasian kebutuhan dana pada suatu perusahaan dapat dilihat pada neraca sebelah aktiva.sedangkan pemenuhan kebutuhan dana akan tampak pada neraca sebelah pasiva dari perusahan yang bersangkutan. Menurut Farah Margaretha (2004), struktur keuangan menggambarkan susunan keseluruhan sisi kredit neraca yang terdiri atas utang jangka pendek, utang jangka panjang, dan modal sendiri. Pada dasarnya tugas utama manajer keuangan adalah berusaha mencari keseimbangan finansial aktiva dan pasiva yang dibutuhkan dengan menentukan alokasi yang terbaik antara utang lancar dan modal jangka panjang.penentuan ini sangat penting karena besarnya komposisi untuk masing-masing utang lancar dan modal jangka panjang akan dapat mempengaruhi probabilitas dan likuiditas perusahaan (Syamsuddin,2004).
Menurut J. William Petty dkk (2000:542), struktur keuangan merupakan aktivitas menejemen mencari komposisi sumber keuangan yang pantas dari semua komponen sumber keuangan dengan maksud meminimkan biaya yang ditimbulkan. Banyak variabel yang bisa mempengaruhi struktur keungan, dengan anggapan bahwa struktur keuangan bisa mencerminkan nilai perusahaan begitu banyak pula teori yang menjelaskan tentang struktur keuangan. Ferri dan John (1979) mengemukakan bahwa Struktur keuangan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain klasifikasi industri, ukuran perusahaan, resiko bisnis. Sedangkan Weston dan Bringham (1994) mengemukakan beberapa variabel yang mempengaruhi struktur keuangan perusahaan antara lain, tingkat pertumbuhan penjualan, stabilitas penjualan, struktur saingan, struktur aktiva, sikap menejemen dan sikap pemberi pinjaman.
Struktur keuangan adalah cara bagaimana perusahaan membiayai aktivanya. Struktur keuangan dapat dilihat pada seluruh sisi kanan neraca yang terdiri dari hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal pemegang saham (Weston dan Copeland, 1997). Dengan pengertian ini, Weston dan Copeland mengintisarikan perbandingan antara modal yang diperoleh dari hutang dengan modal yang dimiliki sebagai modal sendiri.
Struktur Keuangan terdiri atas:
1. Utang jangka pendek
Hutang jangka pendek adahlah Kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasional perusahaan mana yang lebih lama (PSAK No. 9 Buku SAK 1994).
Jenis-Jenis Hutang Jangka Pendek:
1. Hutang Dagang
Hutang Dagang adalah jumlah uang yang masih harus dibayarkan kepada kreditur, karena perusahaan melakukan pembelian barang atau jasa. Salah satu contoh hutang dagang adalah pembelian barang dagangan atau peralatan kantor secara kredit. Hutang ini tidak memerlukan surat atau perjanjian tertulis sehingga pelaksanaannya didasarkan atas rasa saling percaya.
2. Hutang wesel atau promes
Hutang wesel atau promes adalah kewajiban yang dibuktikan dengan janji tertulis tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan dikemudian hari.oleh karena itu dapat dikatakan bahwa hutang ini bersifat lebih formal dibandigkan hutang dagang biasa.
3. Beban-beban yang masih harus dibayar
Beban-beban yang masi harus dibayar adahlah kewajiban terhadap beban-beban yang telah terjadi,tapi belum dibayar karena belum jatuh tempo pada akhir periode yang bersangkutan.
4. Hutang deviden
Hutang deviden adahlah deviden yang dapat dibayar sebagaimana diumumkan oleh dewan komisaris perusahaan tapi pada akhir periode belum dibayar dan dicatat sebagai hutang deviden.
2. Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang menurut Sundjaja dan Barlian (2007:324)”utang jangka panjang merupakan salah satu dari bentuk pembiayaan jangka panjang yang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun,biasanya 5-20 tahun”.pinjaman utang jangka Panjang dapat berupa pinjaman berjangka(pinjaman yang digunakan untuk membiayai Kebutuhan modal kerja permanen,untuk melunasi utang lain,atau membeli mesin dan Peralatan) dan penerbitan obligasi (utang yang diperoleh melalui penjualan surat-surat Obligasi, dalam surat obligasi ditentukan nilai nominal,bunga per tahun,dan jangka waktu Pelunasan obligasi tersebut.
3. Modal Sendiri
Modal sendiri menurut Sundjaja (2007:234). ”Dana jangka panjang perusahaan yang disediakan oleh pemilik perusahaan (pemegang saham),yang terdiri dari berbagai jenis saham .modal sendiri merupakan modal dalam suatu perusahaan yang dipertaruhkan untuk segala resiko usaha maupun risiko kerugian-kerugian lainnya.pendanaan dengan modal sendiri akan menimbulkan opportunity cost.keuntungan dari memiliki saham perusahaan bagi owner adahlah kontrol terhadap perusahaan,namun return yang dihasilkan dari saham tidak pasti dan pemegang saham adahlah pihak pertama yang menanggung resiko perusahaan.